Ever Onward Never Retreat

Tulisan ini saya temukan di kaca belakang sebuah angkot trayek Bojongloa-Garut. Saya hampir yakin kalau kalimat ini peinggrisan dari ‘Maju Terus Pantang Mundur’.

Setidaknya saya lebih dari tiga kali berada di belakang angkot tersebut. Dan percayalah saya selalu tergerak untuk selalu tersenyum. Terlepas dari ‘barangkali’ belum tepatnya terjemahan Inggrisnya, yang jelas pemilik angkot ini–atau setidaknya yang membuat sticker tersebut–punya visi pasar bebas dunia😀

Terbayang. Bila di masa mendatang–dan itu dikhawatirkan tidak lama lagi–sopir angkot Bojongloa-Garut bener-bener orang asing yang berbahasa Inggris dengan penumpang yang samasekali tidak asing lagi dengan bahasa tersebut. Inikah impian globalisasi? Lalu siapkah semua warga Bojongloa-Garut seperti itu? Bila tidak dimana dan kemana mereka terpaksa menyingkir?

Efek samping dari globalisasi barangkali akan mengembalikan manusia ke hutan atau setidaknya gua-gua lagi. The next and modern cave men civilization. Bergidik rasanya membayangkan dampak buruk globalisasi. Pantas saja, bahkan di negara maju sekaliber bangsa Eropa tidak sedikit orang yang ‘ogah’ berglobalisasi ria.

Hmmm, sungguh tidak menyangka, sebuah sticker di kaca belakang sebuah angkot bisa begitu mengganggu pikiran saya. Namun terlepas dari barangkali absurd-nya apa yang saya pikirkan ini, satu hal yang pasti: saya samasekali tidak ngantuk saat membuntutinya dengan motor Beat merah berpenumpang 4 orang😀

Okeh deh pokoknya ever onward never retreat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: