Simplex veri sigillum

Agustus 27, 2010 oleh Dodi Kurniawan

Seorang kawan sms saya pagi ini. Seperti biasa, selalu ada pertanyaan untuk dijawab. Tentu selalu bukan merupakan hal yang mudah untuk menjawab sebuah pertanyaan.

Pertanyaannya begini: apa sih arti dan maksud ‘Minal ‘aaidin wal-faaizin’ dan ‘Taqabbalallahu minnaa waminkum’.

Lalu setelah melewatkan beberapa jenak, saya mulai mengetik sms – yang bentuk panjang lebarnya sebagai – berikut:

Arti bebas dari ‘Minal ‘aaidin wal-faaizin’ adalah [semoga anda] termasuk diantara [mereka] yang kembali suci dan yang mendapat kemenangan. Adapun ‘Taqabbalallahu minnaa waminkum’ berarti [semoga] Allah menerima [ibadah shaum] kami dan anda sekalian.

Maksudnya jelas. Melalui Iedul Fitri – karena do’a-do’a ini lazimnya kita pakai dalam kesempatan merayakan hari kemenangan tersebut – kita saling mengharapkan kebaikan-kebaikan sebagai hasil dari ibadah shaum Ramadhan kita.

Lalu saya tambahkan. Ada lagi do’a yang singkat tapi lebih jauh cakupannya. Do’a tersebut yaitu: ‘Ied Mubarak’ (semoga kembalinya kitakepada fitrah ini membawa keberkahan).

Nabi Muhammad saw. suatu ketika menasihati sahabat – radhiallahu ‘anhum – melalui Siti ‘Aisyah – radhiallahu ‘anha – untuk senantiasa memilih do’a-do’a yang singkat dan jauh lebih luas cakupannya ketimbang panjang-panjang tapi sempit cakupannya. Misalnya, do’a Qur’ani: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah …dst. Sederhana, mudah dihafal, tapi luas jangkauannya.

Nah, kalau kita kembali ke pertanyaan teman saya tadi. Maka do’a Ied Mubarak ini memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Do’a ini mengisyarahkan bahwa banyak manusia yang setelah mengalami kemenangan lupa diri, lalu mabuk kemenangan, kemudian terjerumus kedalam kenistaan. Kita ambil contoh, Tsa’labah (seorang sahabat Nabi saw. yang justru mengalami kemalangan setelah do’anya dikabulkan) atau Bal’am Baura (seorang suci pada zaman Nabi Musa a.s. yang terlempar dari status kewaliannya setelah banyak menerima wahyu dari Tuhan-nya).

Do’a singkat Ied Mubarak mengajarkan kita untuk terbeas dari kemalangan seperti itu. Justru kita mengaharapkan kemenangan yang berberkat. Dan salah satu arti dari barokah itu adalah ziadatul khair (semakin bertambahnya kebaikan). Dengan do’a sperti ini, maka kisah tragis Tsa’labah dan Bal’am tidak akan kita alami.

Secara sederhana, kita bisa mengacu kepada fenomena alam sederhana bergantinya kulit ular dan metamorfosis ulat. Kedua binatang tersebut melakuka puasa untuk menjalani perubahan dirinya. Tapi kita mendapatkan ular tetap menjadi ular, sedangkan ulat berubah menjadi kupu-kupu.

Nah, doa singkat Ied Mubarak, jauh lebih indah dan hakiki melampaui ayat kauniyah berubahnya ulat menjadi kupu-kupu.

Baiklah, saya telah menunjukkan dengan baik ketidakmampuan saya menjawab pertanyaan. Bahkan mengkhianati judul tulisan saya simplex veri sigillum😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: