Ilmu Sihir?

Desember 12, 2009 oleh Dodi Kurniawan

Dalam bahasa Arab, sihr mengandung arti sesuatu yang luar biasa memukau. Setiap nabi, selalu dituduh sebagai tukang sihir oleh musuh-musuhnya, karena kemampuan beliau-beliau mengungkapkan keindahan ajaran Tuhan yang dengan mantapnya membongkar topeng kedustaan ajaran palsu mereka.

Dalam bahasa Inggris, sihir adalah magic yang boleh jadi berasal akar kata mage mengandung arti rupa, bangun, gambar atau bentuk. Image (gambar atau citra), damage (da/de : tidak + mage : bangun = menghancurkan), magazine (bacaan yang dilengkapi dengan gambar/citra) atau imagine (membayangkan sesuatu dalam fikiran).

Dengan kata lain, kata sihir atau magic berhubungan dengan kemampuan menciptakan sesuatu yang memukau. Ilmuwan Mesir kuna, barangkali lebih tepat dianggap sebagai penasihat ahli Firaun, seringkali dianggap sebagai ahli sihir. Alchemist, para ahli Kimia di masa dark ages-nya bangsa Eropa juga seringkali disebut sebagai tukang sihir.

Manusia sebagai maha karya Tuhan, memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang sangat luar biasa. Sejak manusia adalah gambaran sifat-sifat Tuhan yang paling sempurna, maka kemampuan manusia untuk mencipta mendekati kesempurnaan. Manusia adalah ciptaan Tuhan yang mampu memperlajari dirinya sendiri sama baiknya dengan mempelajari apa-apa selain dirinya. Manusia bahkan mampu menciptakan sesuatu yang malah mencengangkan dirinya sendiri. Dan kemampuan inilah yang melatari lahirnya sihir.

Apapun yang dipelajari manusia selama itu dilakukan dengan determinasi tinggi dipastikan menghasilkan sihir. Piramida, patung nabi Daud, komputer sampai kecerdasan buatan kesemuanya merupakan produk sihir manusia. Belum lagi, kemampuan manusia mengoptimalkan penguasaan pikirannya yang bahkan bisa menguasai pikiran manusia lainnya, dan bagian yang kedua inilah yang seringkali disalahpahami sebagai ilmu sihir dengan ritual-ritual anehnya sebagaimana dipopulerkan dalam dongengan dan cerita. Para programer komputer pun menggunakan istilah wizard (tukang sihir) untuk fitur atau fasilitas mereka bagi usernya.

Bagi para praktisi ‘sihir’ jadul, dupa dan mantra adalah semata software dan hardware dalam program pikiran manusia. Kalaupun sihir seperti itu ada, maka praktisi sihir modern akan melakukan proses instalasi alih-alih komat-kamit diatas kepulan asap. Sihir adalah interaksi antar pikiran. Elitisasi ilmu disatu sisi dan kehausan manusia akan sensasi misteri menyuburkan ideologi keliru tentang eksistensi ilmu sihir.

Kata sihir termasuk kata yang mengalami penistaan. Sebuah kata yang bahkan mengucapkannya sekalipun sudah tercela. Sebuah contoh korban ideologi kata. Ingat dalam skema ciptaan Tuhan tidak ada yang lebih membahayan selain diri kita sendiri!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: