Dajjal: Satu Sisi Lain

Desember 13, 2009 oleh Dodi Kurniawan

Secara harfiah kata dajjal berarti seseorang yang teramat pandai memanipulasi sesuatu.Tukang sulap secara bahasa bisa saja disebut dajjal. Sederhananya, dajjal adalah mereka yang memiliki kemampuan mengotak-atik sesuatu, memodifikasi ataupun mengakali sesuatu sehingga sesuatu tersebut jauh berbeda dari aslinya.

Adapun dalam istilah agama, dajjal adalah sosok (bisa kaum ataupun pribadi) yang dijanjikan kedatangannya dimana ia akan menimbulkan banyak kerusakan dalam agama. Al-Masih atau Imam Mahdi adalah wujud yang sama dijanjikannya sebagai nemesis bagi sang dajjal.

Bangsa-bangsa Barat dalam banyak nubuwatan disebut-sebut sebagai dajjal. Mengapa? Sederhanya begini: mereka adalah ahli dalam bidang rekayasa. Kemampuan mereka merekayasa sesuatu sungguh mengagumkan. Mereka memiliki karakteristik yang khas: menyukai detail dan memiliki cita rasa tinggi mengapresiasi sebuah detail.

Perhatikan kemampuan mereka dalam mengembangkan efek visual film. Kecanggihan software komputer mereka mampu menghadirkan dinosaurus yang telah punah 70 jutaan tahun silam seolah-olah hidup kembali dalam film dokumenter Walking with the Dinosaurs. Atau, film-film bergenre scifi seperti Star Trek dan Star Wars benar-benar memanjakan imjinasi kita. Malah dengan kecanggihan merekayasa, film Lord of the Rings dan Avatar (yang baru beberapa hari kedepan akan dirilis) menyuguhkan tontonan kolosal dengan cuma memainkan sedikit pemeran.

Simak pula musik klasik, betapa detailnya partitur yang mereka buat sehingga semua instrumen begitu terukur baik harmoni maupun timingnya. Hal yang sama terlihat dari karya seni lainnya.

Lalu apa gerangan penyebab lahirnya tradisi ini di kalangan bangsa-bangsa Barat? Jawabannya adalah apresiasi.Tingginya apresiasi menciptakan atmosfir positif bagi lahirnya idea, cipta serta karya.

Ini pulalah barangkali makna yang terlupakan oleh kita tentang pentingnya bersyukur yang adalah nama lain dari apresiasi. Bukankah Tuhan bersifat Syakur? Dan sejak Tuhan tidak perlu berterima kasih kepada siapapun, maka makna yang tepat untuk sifat Syakur adalah sifat Maha Menghargai Tuhan atas hal sekecil apapun yang dilakukan oleh hamba-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: