Atheisme?

Desember 11, 2009 oleh Dodi Kurniawan

Tadi malam nonton film tentang vampir, waktu vampirnya akan dibunuh dengan salib, si vampir berkata: “Sorry, I am an atheist.”

Lucu sih, tapi benarkan atheisme itu punya landasan yang kuat?

Seorang akademisi menyampaikan pendapat hipotetisnya bahwa bila seorang bayi diisolasi dan tidak disampaikan kepadanya informasi tentang Tuhan, maka pasti anak itu kelak akan menjadi seorang atheis.

Jawaban sederhana untuk tesis ini: boleh jadi anak itu tidak mengenal Tuhan, tapi yang sangat jelas ia tidak akan membantah konsep ketuhanan. Lalu, bagaimana mungkin ia bisa disebut atheis?

Ketika kepada si anak diperkenalkan konsep anti Tuhan, seharusnya konsep Ketuhanan juga diberikan kepadanya secara berimbang, maka fitrat dirinya akan memperlihatkan kearah mana ia cenderung. Secara matematis, probabilitasnya 1:1.

Lalu, mengapa atheisme fenomenal terutama di dunia Barat?

Jawaban sederhana untuk pertanyaan ini: konsep Ketuhanan yang keliru menjadi akar permasalahan tumbuhnya atheisme.

Diktum ‘kualat’ God is dead-nya Frederich Nietzhe merupakan hasil dari ketidakpuasan logis terhadap konsep Ketuhanan yang keliru tersebut.

Begini: bila dulu (setidaknya dua milenia silam) karena dosa-dosa manusia, lalu Tuhan menciptakan seorang putra untuk disalibkan demi menebus dosa umat manusia, maka mengapa sekarang Tuhan tidak lagi menciptakan putra-Nya yang kedua? Padahal dosa dan kesalahan manusia jauh lebih berat  dari dua ribu tahun lalu.

Jawaban untuk pertanyaan ada dua dan keduanya sama kelirunya: 1) Tuhan tidak lagi memiliki kuasa untuk menciptakan anak (dan ini tidak mungkin, sebab ketidakkuasaan adalah mustahil bagi Tuhan); dan 2) karena jawaban 1 tidak mungkin, maka pasti Tuhan sendiri sudah mati (dan ini jauh lebih tidak mungkin lagi).

Oleh karena itu, konsep Tuhan yang keliru akan membimbing manusia kepada kekeliruan.

  1. pak kalau atheis percya ma animisme dan dinamisme gak?

    • Atheisme sebetulnya sebuah pandangan yang menganggap kalau Tuhan itu tidak ada atau tidak perlu ada. Lagian sebetulnya tidak ada yang bisa sungguh-sungguh atheis, kalau pun ada yang tidak percaya sama Tuhan, maka ia pun toh pada akhirnya akan mempercayai sesuatu yang lebih dari dirinya. Atheisme lahir dari kekeliruan memahami konsep Tuhan, atau bentuk lain dari keengganan mengikuti perintah Tuhan.

  2. ogh gitu toh pak berarti org atheis itu tdk tau dia pertama k
    ali diciptakan oleh spa karena dia tdk mengikuti ajaran ajaran dri tuhan ya pa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: